Rabu, 02 September 2026

Budidaya Jamur Tiram Putih: Panduan Lengkap dari Persiapan hingga Panen

Blitar, Indonesia - Budidaya jamur tiram putih menjadi salah satu peluang usaha pertanian yang menarik untuk dikembangkan. Selain tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas, jamur tiram memiliki banyak peminat karena dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Permintaan dari rumah tangga, pedagang makanan, restoran, hingga industri makanan olahan membuat komoditas ini memiliki peluang pasar yang cukup luas. Bagi pemula, budidaya jamur tiram mungkin terlihat sederhana. Namun, keberhasilan produksi sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kualitas bibit, pembuatan baglog, proses sterilisasi, kebersihan kumbung, kelembapan, sirkulasi udara, hingga teknik pemanenan.

Artikel ini membahas cara budidaya jamur tiram putih secara umum, mulai dari persiapan hingga panen, sekaligus membahas peluang usahanya.

Mengenal Jamur Tiram Putih

Jamur tiram putih merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang dikenal dengan nama ilmiah Pleurotus ostreatus. Jamur ini memiliki bentuk menyerupai cangkang tiram dengan warna putih hingga putih keabu-abuan. Jamur tiram tumbuh pada media yang mengandung bahan organik. Dalam budidaya komersial, media yang banyak digunakan adalah serbuk kayu yang kemudian dicampur dengan bahan tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi jamur.

Salah satu alasan jamur tiram banyak dibudidayakan adalah siklus produksinya yang relatif cepat dibandingkan sejumlah komoditas pertanian lainnya. Selain itu, budidaya dapat dilakukan secara bertahap sehingga pelaku usaha dapat menyesuaikan kapasitas produksi dengan kemampuan modal dan pasar. Jamur tiram juga mempunyai banyak pilihan pengolahan. Jamur segar dapat dimasak menjadi tumisan, sup, sate jamur, jamur crispy, keripik, nugget, dan berbagai makanan lainnya.

Mengapa Budidaya Jamur Tiram Menarik untuk Dijadikan Usaha?

Sebelum memulai usaha, calon pembudidaya tentu perlu mengetahui alasan mengapa komoditas ini layak dipertimbangkan.

1. Tidak membutuhkan lahan yang sangat luas

Budidaya jamur tiram dilakukan di dalam kumbung atau ruang khusus. Baglog dapat disusun secara vertikal menggunakan rak sehingga ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien. Hal ini membuat budidaya jamur dapat dilakukan di area yang relatif terbatas, selama kondisi lingkungan dapat dikendalikan dengan baik.

2. Pasarnya cukup beragam

Jamur tiram putih dapat dijual kepada konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha makanan. Target pasar dapat mencakup pedagang sayur, pasar tradisional, restoran, warung makan, katering, produsen makanan olahan, hingga penjualan langsung kepada konsumen. Semakin luas jaringan pemasaran, semakin besar pula peluang hasil panen terserap.

3. Produk dapat dijual dalam berbagai bentuk

Tidak harus selalu menjual jamur dalam kondisi segar. Apabila produksi meningkat, pelaku usaha dapat mempertimbangkan diversifikasi produk. Jamur tiram dapat diolah menjadi makanan ringan atau produk beku sehingga memiliki nilai jual yang berbeda dibandingkan jamur segar.

4. Dapat dimulai dari skala kecil

Pemula tidak harus langsung membangun kumbung berkapasitas besar. Produksi dapat dimulai dari jumlah baglog yang relatif kecil untuk mempelajari teknik budidaya. Setelah memahami pola pertumbuhan, tingkat kontaminasi, produktivitas, dan pemasaran, kapasitas produksi dapat ditingkatkan secara bertahap.

Tahapan Budidaya Jamur Tiram Putih

Secara umum, proses budidaya jamur tiram putih terdiri dari beberapa tahapan penting. Setiap tahapan perlu dilakukan dengan teliti karena kesalahan pada satu proses dapat memengaruhi hasil produksi.

1. Menyiapkan Media Tanam atau Baglog

Baglog merupakan media tempat jamur tiram tumbuh dan memperoleh nutrisi. Bahan utama yang umum digunakan adalah serbuk gergaji kayu. Serbuk kayu kemudian dicampur dengan bahan tambahan seperti bekatul dan kapur. Air ditambahkan hingga media mencapai tingkat kelembapan yang sesuai. Komposisi bahan harus diperhatikan. Media yang terlalu kering dapat menghambat pertumbuhan miselium, sedangkan media yang terlalu basah dapat meningkatkan risiko munculnya kontaminasi. Setelah tercampur rata, media dimasukkan ke dalam plastik tahan panas dan dipadatkan. Baglog kemudian siap menjalani proses sterilisasi.

Bagi pemula yang ingin mengurangi risiko kegagalan pada tahap awal, penggunaan baglog siap tanam dapat menjadi pilihan. Dengan demikian, perhatian dapat lebih difokuskan pada perawatan dan pengelolaan kumbung.

2. Melakukan Sterilisasi

Sterilisasi bertujuan mengurangi mikroorganisme yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Tahap ini sangat penting karena media yang kaya nutrisi tidak hanya disukai jamur tiram, tetapi juga dapat menjadi tempat tumbuh mikroorganisme lain. Baglog biasanya dipanaskan menggunakan metode sterilisasi tertentu sesuai skala dan peralatan yang digunakan. Setelah proses selesai, baglog harus didinginkan terlebih dahulu sebelum bibit dimasukkan. Kebersihan alat, ruangan, dan tangan selama proses berikutnya juga harus diperhatikan untuk mengurangi risiko kontaminasi.

3. Inokulasi Bibit Jamur

Inokulasi adalah proses memasukkan bibit jamur ke dalam baglog. Bibit yang digunakan sebaiknya berasal dari sumber terpercaya dan memiliki kualitas yang baik. Proses inokulasi harus dilakukan secara higienis karena baglog yang sudah steril sangat rentan terhadap kontaminasi apabila terkena lingkungan atau peralatan yang tidak bersih. Setelah bibit dimasukkan, baglog ditutup kembali dan dipindahkan ke ruang inkubasi.

4. Proses Inkubasi

Pada tahap inkubasi, miselium jamur akan berkembang dan menyebar ke seluruh media. Baglog ditempatkan di ruangan yang bersih dan memiliki kondisi lingkungan yang sesuai. Selama proses ini, pembudidaya perlu melakukan pemeriksaan secara berkala. Baglog yang sehat biasanya menunjukkan perkembangan miselium berwarna putih yang semakin menyebar hingga memenuhi media. Jika ditemukan warna atau pertumbuhan yang tidak normal dan dicurigai sebagai kontaminasi, baglog sebaiknya dipisahkan dari baglog yang sehat. Tujuannya adalah mengurangi risiko penyebaran kontaminasi ke baglog lainnya.

5. Menyiapkan Kumbung Jamur

Kumbung merupakan tempat baglog dipelihara hingga menghasilkan tubuh buah jamur. Kumbung tidak harus mewah, tetapi harus mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan adalah kelembapan, suhu, sirkulasi udara, pencahayaan tidak langsung, dan kebersihan. Rak dapat digunakan untuk menyusun baglog agar ruang kumbung lebih efisien. Sebelum baglog dimasukkan, kumbung sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu. Kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko gangguan selama proses produksi.

6. Perawatan Baglog

Setelah baglog masuk ke kumbung produksi, tahap berikutnya adalah perawatan. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah kondisi kelembapan. Jamur membutuhkan lingkungan yang cukup lembap untuk mendukung perkembangan tubuh buah, tetapi kondisi yang terlalu basah juga dapat menimbulkan masalah. Penyiraman atau pengabutan dilakukan sesuai kondisi lingkungan dan kebutuhan kumbung. Hindari perlakuan yang menyebabkan air menggenang atau tubuh buah terlalu basah. Sirkulasi udara juga harus diperhatikan. Ruang yang terlalu tertutup dapat menyebabkan pertukaran udara tidak optimal. Karena kondisi setiap lokasi berbeda, pembudidaya sebaiknya melakukan pengamatan langsung dan menyesuaikan perawatan dengan kondisi kumbung.

Cara Mengatasi Kontaminasi pada Jamur Tiram

Kontaminasi merupakan salah satu tantangan dalam budidaya jamur tiram putih. Kontaminasi dapat muncul karena berbagai faktor, seperti proses sterilisasi yang kurang optimal, kebersihan yang tidak terjaga, kualitas bibit, atau kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme pengganggu. 

Langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan secara rutin. Baglog yang menunjukkan tanda kontaminasi sebaiknya segera dipisahkan. Jangan membiarkan baglog bermasalah tetap bercampur dengan baglog sehat. Kebersihan kumbung juga perlu dijaga. Sisa jamur, baglog rusak, dan kotoran sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk. Pengendalian kontaminasi akan lebih mudah dilakukan apabila pembudidaya memiliki kebiasaan melakukan pemeriksaan secara rutin, bukan hanya ketika masalah sudah menyebar.

Kapan Jamur Tiram Bisa Dipanen?

Jamur tiram dapat dipanen ketika tubuh buah telah berkembang dengan ukuran yang sesuai dan bentuk tudungnya masih dalam kondisi yang baik. Waktu panen perlu diperhatikan karena jamur yang dipanen terlalu muda mungkin belum mencapai ukuran optimal, sedangkan jamur yang terlambat dipanen dapat mengalami perubahan kualitas. Pemanenan dilakukan dengan hati-hati. Jamur sebaiknya diambil secara utuh tanpa merusak bagian baglog yang menjadi tempat tumbuhnya.

Setelah dipanen, jamur perlu dibersihkan dari sisa media yang menempel. Karena jamur tiram merupakan produk segar, penanganan setelah panen juga penting untuk mempertahankan kualitas sebelum sampai kepada konsumen.

Menghitung Potensi Keuntungan Usaha Jamur Tiram

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan calon pelaku usaha adalah hanya menghitung modal untuk membeli baglog, kemudian langsung menganggap seluruh hasil penjualan sebagai keuntungan.

Dalam kenyataannya, terdapat berbagai biaya yang perlu diperhitungkan.

Beberapa komponen biaya dalam usaha jamur tiram antara lain:

  • Pembelian atau pembuatan baglog.
  • Bibit jamur.
  • Pembuatan kumbung.
  • Rak baglog.
  • Air dan listrik.
  • Peralatan budidaya.
  • Tenaga kerja.
  • Transportasi.
  • Kemasan.
  • Biaya pemasaran.
  • Penyusutan peralatan dan bangunan.

Rumus sederhana untuk menghitung keuntungan adalah:

Keuntungan = Total Penjualan − Total Biaya

Sementara itu, total penjualan dapat dihitung berdasarkan jumlah jamur yang berhasil dijual dikalikan harga jual per kilogram.

Contohnya, jika produksi dan harga jual berubah setiap periode, maka pembudidaya perlu menggunakan pencatatan produksi aktual agar perhitungan bisnis lebih akurat.

Selain menghitung keuntungan, penting juga menghitung tingkat produktivitas baglog. Data tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah sistem budidaya sudah efisien atau masih perlu diperbaiki.

Strategi Pemasaran Jamur Tiram Putih

Produksi yang baik harus diikuti pemasaran yang baik. Sebelum meningkatkan jumlah produksi, sebaiknya pelaku usaha mengetahui siapa calon pembelinya. Beberapa strategi pemasaran yang dapat diterapkan antara lain menjual langsung kepada konsumen, bekerja sama dengan pedagang sayur, menawarkan kepada restoran dan warung makan, serta memanfaatkan media sosial. Penjualan melalui WhatsApp, Instagram, marketplace, atau komunitas lokal juga dapat digunakan untuk membangun pelanggan. Salah satu strategi yang cukup menarik adalah membuat sistem pelanggan tetap. Misalnya, konsumen dapat melakukan pemesanan secara rutin setiap beberapa hari. Dengan adanya pelanggan tetap, hasil panen akan lebih mudah diserap sehingga risiko produk tidak terjual dapat dikurangi.

Tips Memulai Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula

Jika Anda baru ingin memulai, jangan terburu-buru mengejar kapasitas produksi yang besar. Mulailah dengan jumlah baglog yang dapat Anda rawat secara optimal. Tujuan utama pada tahap awal adalah memahami karakteristik jamur, mengetahui cara menjaga kumbung, mengenali kontaminasi, dan mempelajari pola panen. Catat setiap proses. Misalnya, jumlah baglog yang masuk, jumlah baglog terkontaminasi, waktu mulai panen, jumlah hasil panen, harga jual, dan biaya operasional. Data tersebut akan sangat berguna ketika Anda ingin meningkatkan skala usaha. Jangan lupa untuk memperhatikan pemasaran. Sebaiknya calon pembeli sudah mulai dipetakan sebelum produksi diperbesar. Dengan cara tersebut, peningkatan kapasitas produksi dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan pasar, bukan hanya berdasarkan keinginan untuk memperbanyak baglog.

Kesimpulan

Budidaya jamur tiram putih merupakan peluang usaha yang dapat dikembangkan dari skala kecil hingga skala komersial. Kebutuhan lahan yang relatif fleksibel, beragamnya pasar, serta banyaknya pilihan produk olahan membuat jamur tiram menjadi salah satu komoditas yang menarik untuk dipelajari. Namun, keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh jumlah baglog. Kualitas bibit, persiapan media, sterilisasi, kebersihan, kondisi kumbung, kelembapan, sirkulasi udara, pengendalian kontaminasi, hingga pemasaran harus dikelola secara konsisten. Bagi pemula, memulai dari skala kecil merupakan langkah yang baik untuk membangun pengalaman. Setelah teknik budidaya dikuasai dan pasar mulai terbentuk, kapasitas produksi dapat ditingkatkan secara bertahap.

Pada akhirnya, usaha jamur tiram putih bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan jamur, tetapi juga bagaimana menghasilkan produk berkualitas dengan biaya yang efisien dan memasarkannya kepada konsumen yang tepat. Dengan perencanaan yang matang, pencatatan keuangan yang disiplin, dan pengelolaan budidaya yang konsisten, jamur tiram putih dapat dikembangkan menjadi usaha pertanian yang berkelanjutan. 

V.Y.P

Jumat, 06 Maret 2020

Musik dan Kehidupan

vincentius yongky
Musik merupakan simfoni kehidupan, menjadi bagian seni yang mewarnai kehidupan sehari-hari manusia di muka bumi. Tanpa musik dunia sepi, hampa dan monoton karena musik mampu mencairkan suasana, merelaksasi hati serta menstimulasi pikiran manusia sebagai pemeran cerita kehidupan. Musik tak sekedar memberikan efek hiburan, tetapi mampu memberikan makna untuk membangkitkan gairah dan spirit hidup untuk memberdayakan dan memaknai hidup. Mendengarkan musik, menghayati dan menikmatinya merupakan aktivitas yang menyenangkan dan bisa membuat kita nyaman. Efek inilah yang secara medis dan psikologis menimbulkan reaksi positif pada kondisi fisik dan psikis manusia, termasuk saya dan kita. Lalu apakah manfaat musik yang sebenarnya dalam kehidupan kita sehari-hari ?


Ada beberapa manfaat musik berkaiatan dengan keseharian kita dan penggunaannya sebagai terapi.


Pertama, musik bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh kita karena musik ternyata bersifat terapeutik dan bersifat menyembuhkan. Menurut Campbel, musik mampu menghasilkan stimulan yang bersifat ritmis. Stimualan ini kemudian ditangkap oleh pendengaran kita dan diolah di dalam sistem saraf tubuh serta kelenjar otak yang mereorganisasikan interpretasi bunyi ke dalam ritme internal pendengarnya. Ritme internal ini mempengaruhi metabolisme tubuh manusia sehingga prosesnya berlangsung dengan lebih baik. Metabolisme yang lebih baik akan mengakibatkan tubuh mampu membangun sistem kekebalan yang lebih baik. Dengan sistem kekebalaan yang lebih baik, tubuh menjadi lebih tangguh terhadap kemungkinan serangan penyakit.

Kedua, musik dapat meningkatkan intelegensi karena rangsangan ritmis mampu meningkatkan fungsi kerja otak kita. Ritme internal yang dihasilkan musik membuat saraf-saraf otak bekerja, rasa nyaman dan tenang yang distimulasi musik membuat fungsi kerja otak bekerja optimal. Bila hal ini sering dilakukan, fungsi kerja otak kita akan semakin prima, sehingga kemampuan berpikir kita lebih jernih dan tajam, serta bisa mencegah kepikunan (alzheimer). Perlu kita ketahui bahwa bagian kanan otak kita berkaitan dengan kecerdasan dan perkembangan artistik dan kreatif, bahasa, musik, imajinasi, warna, pengenalan diri, sosialisasi dan pengembangan kepribadian. Karena itu, rangsangan ritmis dari musik yang diperdengarkan juga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, meningkatkan kreativitas, serta meningkatkan konsentrasi dan daya ingat kita.
Ketiga, musik bisa menimbulkan reaksi psikologis yang dapat mengubah suasana hati dan kondisi emosi, sehingga musik bermanfaat sebagai relaksasi yang dapat menghilangkan stress, mengatasi kecemasan, memperbaiki mood dan menumbuhkan kesadaran spiritual. Sebagai sebuah bentuk seni, musik tak hanya menciptakan harmoni nada yang enak didengar, tetapi juga memberikan kesan indah yang mampu menggugah dan mengantarkan manusia pada kesadaran yang dalam dan penuh, menelusuri lorong-lorong hampa dalam ketidakberdayaan harapan. Kesadaran akan fitrah kemanusiaan yang tak bisa lepas dari masalah, kesadaran akan keberadaan kekuatan Yang Maha Sempurna, sehingga timbul kepasrahan untuk berserah kepada-Nya. Penyerahan diri inilah yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan beban pikiran dan perasaan yang menekan. Rangsangan ritmis yang dihasilkan musik mampu membuat pikiran rileks, serta menimbulkan perasaan-perasaan positif , tenang, nyaman dan optimis bahkan bahagia.
Keempat, musik bermanfaat sebagai alat dan media komunikasi antarmanusia karena musik merupakan bahasa universal yang mampu memadukan perbedaan, menciptakan perdamaian dan solidaritas kemanusiaan. Sejarah sering kali mencatatkan peran dan manfaat musik sebagai sarana pergaulan dan media komunikasi yang bisa dipahami semua orang, sekalipun kita tidak memahami bahasa tiap-tiap bangsa. Dalam kehidupan nyata sehari-hari pun, musik sering kali menjadi alat komunikasi dengan orang yang kita cintai, mewakili perasaan hati, ungkapan kerinduan bahkan kemarahan.
Berkaitan dengan manfaat musik tersebut,  jenis-jenis musik juga sangat mempengaruhi manfaat yang dirasakan setiap orang, khususnya bagi yang menjalani terapi musik. Bagi saya, mendengarkan atau bermain musik sendiri, sebenarnya bisa menjadi terapi, terutama ketika saya mengalami kejenuhan, bosan, bad mood alias bete. Musik bisa memunculkan kembali semangat dan motivasi untuk melakukan sesuatu yang berguna. Dengan musik, kita tidak saja mampu menghayati dan meresapi alunan nadanya, tetapi juga mampu memahami diri dan orang lain di sekitar kita, serta menghayati esensi hidup yang sebenarnya.

Kamis, 05 Maret 2020

Menengok Embung Umbul


Beberapa hari terakhir lini masa media sosial di Blitar cukup ramai dengan foto-foto Embung Umbul yang terletak di Dsn. Karangrejo, Ds. Karangrejo Kec. Garum, Kab. Blitar.

Cerita Tentang Embung Umbul


Embung Umbul ini dibangun dengan APBN dan selesai pada akhir tahun 2019 lalu. Tidak jauh dari embung umbul ini terdapat sebuah sumber mata air yang cukup besar dan digunakan oleh PDAM untuk menyuplai air di beberapa daerah di wilayah Blitar.


Saking besarnya sumber ini, dulu diyakini menjadi salah satu penyebab banjir di era kolonial. Sehingga pemerintah Belanda mendatangkan banyak truk yang mengangkut ijuk untuk menyumbat sumber mata air ini. Ini yang menyebabkan debit airnya bisa berkurang. Di kawasan ini juga yang menjadi hulu dari Sungai Abab.

Bahkan Wahyu yang merupakan Kamituo di Dsn. Karangrejo menceritakan salah satu mitos tentang sumber mata air tersebut. Ada sebuah batu besar yang konon merupakan jelmaan dari kepala ular yang sedang bertapa, sedangkan ekornya menjulur sampai ke Gunung Kelud. Bahkan saat pemasangan bronjong di sekitar sumber mata air, batu tersebut tidak diusik sama sekali dari tempat semula.

Pemanfaatan Embung Umbul


Embung Umbul ini dibangun untuk menampung air dari berbagai sumber mata air yang ada di wilayah Karangrejo, Blitar yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi sawah masyarakat setempat. Selain itu, belakangan embung ini juga menjadi destinasi wisata favorit masyarakat setempat yang ingin berenang. Namun disarankan untuk tetap membawa ban / pelampung untuk menjaga diri, mengingat kawasan ini bukanlah kawasan wisata. Meskipun begitu, memang ada rencana untuk membuat kawasan Embung Umbul ini menjadi sebuah destinasi wisata.

Setiap sore ada banyak masyarakat setempat yang mengunjungi Embung Umbul ini, namun pengunjung akan membludak ketika akhir pekan, jumlahnya bisa mencapai ratusan pengunjung. Padahal belum ada fasilitas apapun di Embung Umbul ini.

Cr: IB

Rabu, 04 Maret 2020

Tim Sugiono Ke Jogja

vincentius yongky

vincentius yongky

vincentius yongky
Membicarakan tentang Jogja berarti berbicara tentang romantikanya. Bagaimana kamu menikmati Malioboro dengan lesehannya di malam hari. Begitu juga asiknya bercerita bersama kawan seperjuangan sambil mendengar nyanyian pengamen di kawasan Code. Bahkan sekedar nongkrong di angkringan sampai larut malam pun akan menyisakan banyak kenangan. Dan amat sangat di sayangkan kami kesana tanpa membawa pasangan.

Minggu, 10 Maret 2019

Gunung Bromo Jawa Timur

vincentius yongky
Gunung Bromo, siapa yang tidak mengenal kepopuleran gunung berapi yang masih aktif ini. Gunung Bromo adalah gunung yang paling terkenal di Jawa Timur dengan kunjungan yang paling ramai setiap tahunnya.

Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 Meter dari atas permukaan laut dan berada dalam empat lingkup kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Kabupaten Malang. Keadaan alam gunung Bromo bertautan pula dengan lembah, ngarai, caldera atau lautan pasir dengan luas sekitar 10 Km. Gunung Bromo juga termasuk dalam satu kawasan Bromo Tengger Semeru National Park, dimana terdapat beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi seperti, Gunung Semeru, Gunung Tengger, Gunung Batok, beberapa danau dan Gunung Bromo sendiri. Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Gunung Bromo telah mengalami letusan dengan interval waktu yang teratur dalam 20 abad ini, yakni sekitar 30 tahun sekali. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1974 dan kembali meletus di tahun 2010. Selain keindahan yang tersimpan di Gunung Bromo, Yadna Kasada atau Upacara Kasodo lah yang membuat Gunung Bromo menjadi tujuan destinasi utama setiap tahunnya. Upacara Kasodo digelar setiap tahun pada bulan purnama di bulan Desember atau January.

Asal muasal Upacara Kasodo ini bermula sejak abad ke-15 di mana diceritakan tentang seorang putri bernama Roro Anteng yang memimpin kerajaan Tengger dengan suaminya, Joko Seger. Pasangan ini tidak memiliki anak dan karena itu mereka berdoa dan memohon kepada dewa-dewa gunung untuk diberikan anak. Dari permohonan mereka, dewa memberi 24 anak dan mewajibkan bagi mereka untuk mengorbankan anak ke 25 mereka untuk dilempar kedalam gunung berapi. Permintaan dewa inipun dilaksanakan sehingga menjadi tradisi sampai saat ini. Rakyat Tengger melakukan upacara Kasada dengan melemparkan hasil bumi ke dalam kawah Bromo sebagai ucapan syukur atas panen yang diterima dan sebagai permohonan untuk panen yang lebih melimpah di musim selanjutnya.

Meskipun penuh dengan bahaya, terdapat beberapa penduduk setempat yang mengambil resiko dengan naik dan turun ke kawah dalam upaya untuk mengambil kembali barang yang dikorbankan yang diyakini bisa membawa keberuntungan.



Cr: www.eastjava.com